SEJARAH DESA

  11 April 2017  |  DESA BOMO

Sejarah Desa Bomo dimulai sebelum abad 18, suatu wilayah yang berbatasan      antara Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Muncar berdirilah Desa yang diberi nama BOMO.

 

Adapun asal usul Desa Bomo tersebut konon ceritanya adalah sebagai berikut :

Pada Zaman dahulu kala masih hutan belantara nama BOMO belum ada sedangkan penduduk yang menghuni wilayah tersebut masih sedikit sekali. Pada suatu saat datanglah 5 (lima) ekor Kerbau (Bahasa Jawanya KEBO LIMO) datang di wilayah tersebut dan mengamuk. Sedangkan untuk keselamatan orang-orang yang menghuni di daerah itu maka Kelima Kerbau tersebut harus dimusnahkan (dibunuh), dan pada saat itu dibukalah sayembara yang isinya : “Barang siapa yang bisa membunuh lima kerbau (kebo limo) tersebut, maka dialah yang berhak mempunyai Wilayah Desa tersebut”.

          Pada saat itu datanglah sekelompok orang dari wilayah selatan, dan mengikuti sayembara dan kemudian mereka berhasil membunuh lima Kerbau (limo kebo) tersebut.

Dan akhirnya pada waktu itu Desa tersebut diberi nama BOMO, diambil dari kata :

 

          BO     : dari Kebo

          Mo     : dari Limo

 

          Sedangkan Dusun yang paling selatan adalah Dusun Krajan Bomo dimana Dusun tersebut merupakan tempat kejadian pemusnahan kelima Kebo (Kerbau) tersebut sekitar Tahun 1811.

          Disamping nama Desa Bomo tersebut di salah satu dusun terkecil ada dua dusun selain dusun Krajan Bomo yaitu Dusun Jatisari dan dusun Kedunen.

 

          Adapun sejarahnya dusun jatisari sebagai berikut :

Sebelum abad ke 18 di wilayah tersebut penuh dengan tumbuhnya pohon jati (hutan jati) belantara. Pada Zaman dahulu datanglah orang-orang dari Tuban dan Bojonegoro mereka datang merantau untuk babat alas (hutan) dan akhirnya jadi Perkampungan, dan salah satu dari mereka berpesan : “Besok kalau ada kamajuan jaman mohon daerah tersebut di beri nama Dusun JATISARI”.

 

          Adapun sejarah Dusun Kedunen diambil dari kata-kata :

Kedunge                 : adalah Pangunen-unen

Kedung                   : artinya wadah (Tempat)

Unen                      : artinya omongan (Pembicaraan)

Jadi daerah tersebut artinya Tempat Penampungan Omongan (Pembicaraan) maka dusun tersebut di beri nama KEDUNEN.

 

          Selain dusun-dusun yang ada di Desa Bomo juga ada peninggalan-peninggalan Nenek Moyang kita terdahulu yang mempunyai sejarah tersendiri antara lain sumber penawar yang mempunyai arti sebagai berikut :

Sumber                  : artinya Mata air

Penawar                 : artinya Penangkal

 

          Konon ceritanya pada Zaman dahulu setiap ada orang yang sakit seperti luka-luka, Kena bacok, gatal-gatal maka apabila dibawa ke Sumber Penawar tersebut dengan mengusap airnya pada tempat yang sakit maka luka tersebut akan sembuh seketika.

Adapun Sumber Penawar tersebut terletak di dusun Krajan dan airnya mengalir ke laut.

 

          Menurut cerita Sumber Penawar mempunyai kisah singkat tersendiri antara lain :

Pada jaman Pemerintahan Majapahit pada waktu itu Joko Umbaran dihajar oleh Kebo Mancuet, sampai luka-luka wajah dan tubuhnya. Dan pada saat itu Dia mandi di Sumber Penawar, maka luka-lukanya tersebut sembuh seketika.

          Sedangkan Pemerintah Desa Bomo mulai berdirinnya Desa mengalami pergantian 4 (empat) kali Kepala Desa, antara lain :

 

  1. Tahun 1811 sampai dengan Tahun 1933 di jabat BAKAH
  2. Tahun 1933 sampai dengan Tahun 1990 di jabat SUDIRMAN DJOYOHARJO
  3. Tahun 1990 sampai dengan Tahun 1998 di jabat H. MASYKUR FAUZI
  4. Tahun 1998 sampai dengan Tahun 2007 di jabat SOEPRAPTO
  5. Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2013 di jabat H.M. SISWONO
  6. Tahun 2013 sampai dengan sekarang di jabat SURATMAN

  

Contact Details

  Alamat :   JL MUNCAR NO.37 BOMO BLIMBINGSARI
  Email : pemerintahdesabomo@gmail.com
  Telp. : -
  Instagram : @dedyirawanlapanenam
  Facebook : Pemdes Bomo
  Twitter : @DESA_BOMO


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi